"dan
akhirnya gw akan berterimakasih sama penulis kebanggan gw ini karna
udah menulis dengan begitu jujur dan apa adanya disetiap bukunya, thanks
for the inspiration bang Dika, dan gak lupa yg nemenin gw nyari buku
ini, makan mie ayam bareng deket stasiun pondok ranji, Dewi, I'll never
forget that beautiful day with a beautiful girl by my side :)"
Kalimat ini gw tulis lebih dari setahun yang lalu.....
rasanya ga karuan senengnya kalo inget masa-masa itu, masa-masa dimana gw lagi deket sama seorang wanita yg bahkan gw ga sangka sama sekali kalo sekarang gw bisa setahun lebih membina hubungan sama dia.
Yap... Dewi i'll never forget that beautiful day with a beautiful girl by my side :*
I LOVE YOU....
Arieza Muzaki dan cerita cintanya
Catatan Cerita Cinta Photogapher Amatir
Senin, 18 Februari 2013
Senin, 24 September 2012
'PEMBAWA PESAN' (Blog Version)
Hi Guys!!! :)
Apa kabar semuanya?? sorry ya gw baru bisa posting lagi hehehe
soalnya sekarang gw udah kerja di salah satu perusahaan Digital printing di daerah Kemang, jadi waktu gw lebih banyak tersita sama pekerjaan gw.
Oke, hari ini gw bakalan posting cerpen gw yang ada di buku Anthology Cerpen 'Kepompong dan kupu-kupu Cinta' biar kalian yang kemarin belum sempet beli bukunya bisa baca jg hehe.
Now, here goes the story.......
Apa kabar semuanya?? sorry ya gw baru bisa posting lagi hehehe
soalnya sekarang gw udah kerja di salah satu perusahaan Digital printing di daerah Kemang, jadi waktu gw lebih banyak tersita sama pekerjaan gw.
Oke, hari ini gw bakalan posting cerpen gw yang ada di buku Anthology Cerpen 'Kepompong dan kupu-kupu Cinta' biar kalian yang kemarin belum sempet beli bukunya bisa baca jg hehe.
Now, here goes the story.......
PEMBAWA PESAN (Blog Version)
Hari
ini adalah hari yang paling indah yang pernah Dewi rasakan selama hidupnya, tak
pernah terlintas sedikitpun dibenaknya bahwa Rama kekasihnya akan melingkarkan
cincin di jari manisnya dan berkata “mau kah kamu menjadi istriku?”.Mungkin
bagi sebagian orang itu hal yang sudah biasa, tapi tidak untuk Dewi.
“Aku
mau mencari ayahku bu!” lalu diantara perdebatan ibu dan anak tiba-tiba
terdengar suara dentingan bel sepeda kumbang tua yang sudah agak karat, Dewi
pun segera berlari keluar rumah, dia tau persis siapa yang datang.
“eh
pak pos, mana surat dari ayah?” sapa Dewi sambil mengembangkan senyumnya.
“ini
wi, hati-hati ya bukanya, jangan sampai kertasnya sobek”
“siap pak hehe….” Lalu
Dewi kembali berlari memasuki rumahnya untuk segera membuka surat yang setiap
tahun ayahnya kirimkan tanpa alamat, setiap tanggal 17 April Dewi selalu
menanti datangnya kado ulang tahun yang paling dia inginkan, mengalahkan rasa
inginnya akan sebuah mobil sekalipun.
Peristiwa terus berlangsung
hingga hari ini, hari lamaran yang berlangsung dirumah Dewi, Rma kini membawa
serta keluarganya untuk meminang Dewi, mereka memang sudah hamper tiga tahun
menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih.Kisah pertemuan mereka memang agak
sedikit aneh, kisah cinta mereka terjalin hanya karena sebuah kamera yang Rama
pinjamkan pada Dewi untuk mengerjakan sebuah tugas dari dosen ilmu jurnalistik.
“Bu sekarang Dewi udah
mau nikah, Dewi gak mungkin nikah tanpa restu dari ayah, tolong kasih tau Dewi
dimana sekarang ayah sekarang tinggal?”
Tak terasa suara Dewi
mulai tercekat rasa haru, derai air matanya pun tak tertahan lagi.
“Cuma surat yang tiap
tahun ayah kasih, mungkin bertahun-tahun Dewi masih bias terima, tapi sekarang
Dewi mau nikah bu!”
Sang ibu tak bisa
bekata apa-apa, air matanya pun tak kalah deras mengalir menyusuri lekuk
pipi-nya yang mulai keriput makan usia-nya yang sudah berkepala empat.
“Ibu hanya punya ini”
sang ibu memberikan sebuah kartu pos bertuliskan alamat yang tulisannya pun
mulai pudar dimakan waktu.
“ini alamat terakhir
yang ayahmu berikan sebelum dia meninggalkan kita berdua”
Setelah hujan deras
mengguyur kedua pipi mereka, anak dan ibu itu lantas berpelukan erat, mungkin
mereka sedang berbagi rasa sakit, rasa rindu, amarah, atau bahkan cinta kepada
sosok pria yang telah begitu tega meninggalkan mereka hidup tanpa sosok ayah
dan suami yang pada dasarnya setiap orang merasakannya.
Keesokan harinya surat
ke 23 datang, pak pos yang mengantar surat penting itu pin disambut dengan
senyuman hangatnya Dewi yang sejak pagi duduk didepan teras rumah sengaja
menunggu kedatangan lelaki yang hamper berumur 50 tahun itu.
“ini wi” sang pembawa
pesan menyodorkan surat yang paling penting untuk Dewi tersebut
“udah yang 23 ya? Gak
terasa ya” kenang lelaki tersebut
“iya pak, eh pak aku
mau nikah lho” Dewi membagi berita bahagianya kepada tukang post tersebut.
“iya saya sudah tau wi,
selamat ya, kapan persisnya wi?” Tanya pak pos.
“itu dia pak, saya
belum mau menikah sebelum bertemu ayah dan meminta restunya”
“ayahmu pasti akan
merestui wi, tanpa kamu minta sekalipun”
“aah bapak suka sok tau
nih, oh iya bapak tau alamat ini gak” Tanya Dewi sambil memperlihatkan kartu
pos yang semalam dikasih oleh ibunya.
“oh ini sih dibandung
wi”
“bener bapak tau? Makasih
ya pak, yaudah aku masuk dulu ya, gak sabar nih mau baca surat dari ayah”
Lalu Dewi meninggalkan
pak pos tersebut yang masih terpaku menatapnya hingga menghilang dibalik pintu
kayu bercat khas warna kayu yang telah lumayan tua.
“Oh ini ternyata kantor
pos yaang” kata Rama setelah mencocokan alamat yang ada di kartu pos tersebut.
“oh ini tempatnya, duuh
aku deg-degan nih, apa bener ya ayah ada disini?”
“ya udah kita pastiin
aja dulu, yuk masuk” ajak Rama.
“Permisi pak, saya mau
ketemu sama pak wahyu ada?”
“Wahyu??” jawab petugas
kantor pos itu sedikit berfikir
“ooh pak wahyu yang
sudah agak tua itu ya? Dulu dia memang kerja disini, tapi itu sudah lama sekali
dia dipindah tugaskan, saya kurang tau sekarang dia kerja dimana, tapi dulu
rumahnya dekat sini, kamu nanti ikuti jalan setapak belakang kantor ini
saja,diujung jalan itu rumahnya, tapi saya juga gak tau dia masih disitu ataua
nggak”
Merekapun segera
mendatangi rumah tersebut, namun setelah mereka sampai disana mereka hanya
bertemu seorang nenek yang tinggal sendiri dirumah itu,ada sedikit ekspresi
terkejut yang diperlihatkan nenek tersebut, tanpa berkata apapun nenek tersebut
lalu mengusir Dewi dan Rama, entah apa yang nenek itu pikirkan hingga dia
begitu tak ingin diganggu.
“Ram tadi kamu lihat
gak foto yang ada di dinding rumah itu? Aku seperti kenal deh sama orang yang
ada di foto itu”
“Aah itu Cuma
halusinasi kamu aja, soalnya kamu terlalu ingin ketemu sama ayah, sudah ayo
kita pulang” ajak Rama.
Diperjalanan pulang
dewi hanya terdiam, memperlihatkan wajah kecewa, Rama tak tau harus berbuat
apa, namun dia berusaha menenangkan Dewi.
“kamu gak usah
khawatir, kita pasti bakal ketemu sama ayah kamu, percaya deh”
Rama tak pernah lelah
menghibur Dewi, dia memang pria yang dikirim tuhan untuk Dewi yang dalam
hidupnya tak pernah percaya pada laki-laki apa lagi cinta, semua karna masla
launya yang begitu membuatnya trauma akan pria.
“Sudahlah! Aku capek,
aku gak peduli lagi sama ayahku!!” lambat lau ekspresi kemarahan Dewi berubah
menjadi linangan air mata, tentu dia tak sungguh-sungguh berfikir seperti itu,
Rama hanya bisa terdiam.
Hari ini tepat 17
april, hari dimanabiasanya sang pembawa pesan selalu dating pada Dewi dan
memberikan surat yang dituliskan khusus untuk dirinya.Dari pagi Dewi dengan setia
duduk termenung menanti sang pembawa pesan dating untuknya, ibunya pun cemas
karna belum sedikit pun makanan yang masuk ke tubuh Dewi, Seakan tak peduli
Dewi tetap terdiam dan setia menanti datangnya sang pembawa pesan yang sangat
penting untuk dirinya itu.Tapi hari itu penantian Dewi sia-sia, sang pembawa
pesan tak datang untuk mengantarkan surat ke 24 dalam hidupnya, surat yang
begitu penting untuknya.Saat malam menjelang Dewi hanya mengurung diri dikamar,
melampiaskan rasa amarahnya hanya dengan termenung, sesekali jarinya yang
lentik menyapu kelopak matanya yang basah, sang pembawa pesan mangkir dari
tugas wajibnya.
Keesokan harinya Dewi
ditemani oleh Rama berniat menyambangi kantor pos dengan niat menanyakan
keberadaan surat yang tiap tahun tidak pernah telat datangnya dan mangkirnya
sang pembawa pesan dari tugas pentingnya itu, saat Dewi berpamitan dan
mengutarakan niatnya kepada ibunya, tiba-tiba sang ibu melarang Dewi pergi,
entah apa alasannya, namun terlihat jelas dimata sang ibu bahwa ada satu hal
yang penting yang tak bisa dia utarakan pada anaknya.
“kamu bakalan kecewa
kalau kamu tetap mencari surat itu”
Kata sang ibu dengan
mata berkaca-kaca, menyiratkan sesuatu yang dalam telah ia sampaikan pada anak
semata wayangnya itu.
Namun Dewi tak peduli
larangan sang ibu, dia tetap pergi ke kantor pos untuk mencari surat tersebut,
dengan penuh rasa penasaran dia bertanya pada petugas kantor pos tentang surat
tersebut, namun hasilnya nihil, tak ada surat dari sang ayah untuknya, lalu dia
menanyakan tentang petugas pos yang biasanya datang mengantarkan surat tersebut
yang baru dia sadari ternyata dia tidak pernah tau siapa namanya setelah 24
tahun lelaki mengantarkan surat untuk dirinya.
“dia itu namanya pak
yudi, tinggalnya di daerah kebayoran lama, ini alamatanya mba, mungkin dia tau
tentang surat mba”
Menyusuri khawasan
kebayoran lama yang padat penduduk, Dewi dan Rama merasa prihatin dengan
kehidupan sang pembawa pesan tersebut yang telah mengabdi berpuluh-puluh tahun,
namun kehidupannya kehidupannya tak sepadan dengan pengabdiannya.Kini Dewi dan
Rama tiba di sebuah gang sempit yang hanya cukup untuk jalan dua orang dewasa,
Jalan tersebut kini tengah di penuhi para pelayat, bendera kuning pun berkibar
di ujung gang, suasana duka begitu kental menyelimuti kawasan padat penduduk
tersebut.Dewi dan Rama pun kebingungan dengan apa yang tengah terjadi disini,
begitu mereka sampai di keramaian Dewi tersentak melihat foto yang sama seperti
yang ada dirumah nenek dibandung setahun yang lalu, segera ia menerobos ke
dalam keramaian para pelayat, kini dia tau persis siapa yang ada di foto
tersebut.
Sang pembawa pesan
tengah terbujur kaku dipembaringannya yang terakhir, ditutup kain batik dan
beralasankan tikar daun pandan, ruangan riuh oleh lantunan ayat-ayat suci
Al-Qur’an yang dibacakan oleh para pelayat.Tiba-tiba seorang nenek merangkul
tubuh dewi yang tengah terduntuk haru berlinang air mata, nenek yang sama
dengan yang ada di bandung, nenek yang sama yang mempunyai foto pria berseragam
Pos Indonesia dengan senyum hangatnya.
“ini surat ke 24
untukmu Dewi, ini surat yang terakhir yang ayahmu tulis untukmu, karna kini ia
tengah kau tangisi”
Mata Dewi yang tengah
menyucurkan air mata tiba-tiba terbelaklak tanpa segan menatap sang nenek.
“aku nenekmu”
Oke itu tadi cerpen gw yang gw masukin di dalam buku Anthology cerpen gw dan temen-temen penulis lainnya, semoga yang kemarin beli masuk surga dan yang minjem semoga Allah memberikan rezeki yang lebih biar bisa beli bukunya hehehe.
Oke, gw mau lanjut kerja lagi deh ya, ngejar Deadline hahaha....
See next time folks........
:)
:)
Sabtu, 14 Juli 2012
PROMOOOOOOO..........
Apa kabar nih semua??
Gw mau promo nih, jadi sekarang gw tinggal di Studio Recording Sepupu gw namanya Thian
Jadi bagi kalian yg punya bakat musik dan mau Recording bisa hubungin gw atau langsung ke Thian.
Oke I present to you
KARA HOME RECORD
Alamat
Komplek Deplu Caraka Buana, Blok L. 19 Ciledug, Indonesia
Our equipment..
hardware:
- Audio Converter : Echo Mona
- Pre Amp : - behringer ADA 8000
- behringer Sonic Exciter
- mixer : Mackie
- drum : Isuzu
- speaker : ESI near05
- mic : Behringer B-2, samson for drum kit
- keyboard : M audi0 keyrig49
- bass : Ibanez sdgr
- gitar : Gybson
Software:
- Recording and mixing : Nuendo, Cubase, Reason, fruityloop
- Mastering : Wavelab
- Plugin : bfd, addictive drum, hypersonic, guitar rig, amplitube, Ampeg...and many more......
Price: per lagu (noshift) = 350 rb
more info : 087881301411 / 02198916679
pin bb : 30CB9F3D
ini beberapa foto studio
dan ini dia sepupu gw sekaligus operator rekamannya
Oke segitu dulu promonya,jangan lupa follow twitter gw sama thian jg ya di @Ariezamuzaki dan @tianbije
yg minat tinggal telp,kirim E-mail, atau langsung mention gw atau thian aja ya.
See yaa guys....... :)
Selasa, 19 Juni 2012
Kepompong dan Kupu-kupu Cinta... OUT NOW!!
Haiiiiiii Guys!! :)
Buku Anthology Cerpen gw udah keluar nih!! i'm so excited for that :)
Dipostingan sebelumnya gw udah pernah cerita kalo gw lagi ngerjain satu project Anthology cerpen bareng temen-temen gw, dan sekarang bukunya udah keluar ditoko-toko buku terdekat dan bisa kalian nikmati :)
Dibuku ini gw menulis satu cerpen berjudul 'Pembawa Pesan'
Dan ini Spesifikasinya
Okay Guys selamat menikmati karya gw dan teman-teman gw ya.....
Ditunggu comment'y ya guys.... :)
Buku Anthology Cerpen gw udah keluar nih!! i'm so excited for that :)
Dipostingan sebelumnya gw udah pernah cerita kalo gw lagi ngerjain satu project Anthology cerpen bareng temen-temen gw, dan sekarang bukunya udah keluar ditoko-toko buku terdekat dan bisa kalian nikmati :)
Dibuku ini gw menulis satu cerpen berjudul 'Pembawa Pesan'
Dan ini Spesifikasinya
Judul : Kepompong dan Kupu-kupu Cinta
Penulis : Arieza Muzaki, dkk
ISBN : 978-602-18430-0-0
Penerbit : Pustaka Jingga
Tebal : 155 hlm
Harga : 31.000
Sinopsis :
Cinta dan persahabatan itu seperti kepompong dan kupu-kupu,
ia mengalami metamorfosa atau perubahan.
Ku ingin cinta dan persahabatan kita seperti kepompong yang selalu tumbuh dan berkembang menjadi kupu-kupu yang indah.
Kepompong
selalu hinggap di mana saja dan kupu-kupu selalu menghiasi bunga,
layaknya dunia ini yang tak pernah luput dari cinta dan persahabatan.
Aku dan kamu...
Kita kepompong dan kupu-kupu cinta.
Bermetamorfosa ke arah yang lebih baik
Untuk selamanya...
Buku
ini sudah bisa dipesan melalui sms ke 0856 4545 9192 dengan format
pesan KKC#nama lengkap#alamat lengkap#jumlah buku#no tlpn
Pesan 1, 2, 3 atau 4 buku ongkir tetap. Order yuk!
Wujud bukunya Seperti ini
Okay Guys selamat menikmati karya gw dan teman-teman gw ya.....
Ditunggu comment'y ya guys.... :)
Selasa, 29 Mei 2012
FINALLY LAGI
Akhirnyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.........
Akhirnya setelah gw nunggu-nunggu selama hidup gw pun akan menulis untuk sebuah buku, ya walau cuma Antologi Cerpen tapi gw sangant bangga bisa menulis untuk sebuah buku komersial.
Tapi sorry gw belum bisa kasih info tentang project tulisan gw ini, nanti kalo udah ada perkembangan kabar dari penerbit baru gw bisa share ke kalian tentang buku itu.
yak, gw gak sabar pengen tau gimana jadinya buku gw nanti, tinggal ditunggu aja ya guys, doa'n aja supaya buku gw gak dibakar masa hehe.....
see you on next session guys :)
Akhirnya setelah gw nunggu-nunggu selama hidup gw pun akan menulis untuk sebuah buku, ya walau cuma Antologi Cerpen tapi gw sangant bangga bisa menulis untuk sebuah buku komersial.
Tapi sorry gw belum bisa kasih info tentang project tulisan gw ini, nanti kalo udah ada perkembangan kabar dari penerbit baru gw bisa share ke kalian tentang buku itu.
yak, gw gak sabar pengen tau gimana jadinya buku gw nanti, tinggal ditunggu aja ya guys, doa'n aja supaya buku gw gak dibakar masa hehe.....
see you on next session guys :)
Rabu, 16 Mei 2012
A POETRY BY DEWI APRIANI ALWI
Desau angin meriuh
membelai dedaunan yang lelap
kibar-kibar sayap malam
membimbing rindu cakrawala pada sang laut
membelai dedaunan yang lelap
kibar-kibar sayap malam
membimbing rindu cakrawala pada sang laut
Memeluk mimpi yang hanya cinta yang mampu rasakan
seperti senja yang mengendap diujung langit
yang enggan mengulang kesangsian sang mentari
yang terbelenggu sepi
Kini habis sudah perkara
risau yang mereka punya
karena sang pijaran detak waktu
telah menggenapkan asa yang terapung diudara
DIA ITU KAMU
Dia datang sehalus angin
selembut air
menyibak tirai sepi yang berwarna usang
mengetuk dinding yang berpoles kelam
menyesakan sesuatu yang terasa asing bagiku
yang semula ku benci sendiri tanpa asa
yang kian hari meriak minta merdeka
yang semula kuanggap mati terpanggang sepi
hilang ditelan luka yang terus menganga
seperti tabir yang seakan menyihir kebangkitan mati
Tapi kali ini tuhan meminta takdir meralatnya
memintaku untuk memenuhi takdirku
membuat lelahku seakan sirna menepi
apa lagi yang mampu kuhindari kini?
semua telah jelas dan begitu nyata
seribu genderang pun kini terasa menyesakan telinga
sepertinya aku kembali menjadi manusia
atau aku yang selama ini menolak untuk menyadari
mengapa rasanya seribu ketakutan itu sirna entah kemana perginya??
jejaknya yang tak merona
Ya, mungkin ini saatnya aku mulai takdir baruku
memulai lagi menyusuri persimpangan-persimpangan lain
yang mungkin menjanjikan pelangi disudutnya
aku tak tahu pasti
hanya hati yang mampu pergi
kepada takdir yang menarikku bangkit.
![]() |
| DEWI APRIANI ALWI |
Minggu, 25 Desember 2011
FINALLY
Akhirnya buku yg paling gw tunggu tahun ini keluar juga,MANUSIA SETENGAH SALMON karya penulis kebanggan gw Raditya Dika, gw udah denger kabar Radith bakal keluarin buku ke-enamnya tahun ini jadi gw udah tunggu banget buku ini. Buku ini baru Launching tanggal 24 Desember kemarin, ada cerita lucu dalam proses gw membeli buku ini.
Jadi tanggal 24 kemarin gw pagi-pagi banget udah berangkat ke Gramedia Bintaro Plaza, gw takut kehabisan tuh buku, karna gw tau banget gimana banyaknya penggemar Raditya Dika, gw jam delapan udah sampe di Bintaro Plaza yg emang jelas belom buka, tapi gw nekat masuk dari pintu belakang demi mendapatkan buku buruan gw ini, gw udah ngebayangin pasti sedang ada lautan manusia di depan pintu masuk Gramedia, gw sampai harus lari-lari kecil karena takut keduluan yg lain, tapi ketika gw sampai depan Gramedia pemandangan yg tadinya gw bayangkan ternyata tidak terjadi, yap hening...... antiklimaks.
Tapi gw bersyukur ga da saingan yg akan nusuk gw pake belati pas gw dapetin buku itu yg terakhir, tapi setelah gw sadar tenyata gw dateng 2 jam lebih awal dari jam buka mall ini, ya alhasil gw duduk bertemankan Security mall dan Cleaning Service yg lagi menunaikan tugasnya, untunglah ada someone yg sudi menemani gw, dan orang yg gak beruntung itu adalah Dewi *cieee Dewi....
Gw hampir 2 jam lebih nungguin Gramedia buka,dan akhirnya tepat jam 10 pintu Gramedia dibuka dan saat gw masuk gw langsung disambut oleh gambar yg gw hapal mati, mulut monyong dengan kulit bersisik, yupz Manusia setengah salmon ditaro paling depan, jadi ketika orang masuk pasti yg pertama dilihat selain Security yg lagi jaga adalah Manusia Setengah Salmon.
Setelah gw baca buku ini gw merasakan hal yg berbeda, menemukan sisi lainnya Raditya dika, dari 19 Chapter didalamnya ada beberapa yg 'Deep' banget, gak bikin galau, tapi bikin kita mikir lebih dewasa, diantaranya "kasih ibu sepanjang belanda" "sepotong hati didalam kardus coklat" dan masih banyak lagi, Radith juga ga meninggalkan unsur komedinya kok dibuku ini, cuma seperti kata dia, dia 'pindah' ke komedia yg lebih dewasa menurut gw.
Manusia Setengah Salmon memang gak selucu kambing jantan atau Radikus Makankakus, tapi buku ini jauh lebih 'Njleb' dari Cinta Brontosaurus atau Marmut Merah Jambu, menurut gw ini buku terbaiknya Raditya dika sejauh ini, dan dengan melihat 'packaging' buku ini gw semakin percaya sama kata-kata "don't jugde a book from the cover' soalnya kalo kalian lihat cover buku ini kalian akan ragu untuk bacanya.
dan akhirnya gw akan berterimakasih sama penulis kebanggan gw ini karna udah menulis dengan begitu jujur dan apa adanya disetiap bukunya, thanks for the inspiration bang Dika, dan gak lupa yg nemenin gw nyari buku ini, makan mie ayam bareng deket stasiun pondok ranji, Dewi, I'll never forget that beautiful day with a beautiful girl by my side :)
Jadi tanggal 24 kemarin gw pagi-pagi banget udah berangkat ke Gramedia Bintaro Plaza, gw takut kehabisan tuh buku, karna gw tau banget gimana banyaknya penggemar Raditya Dika, gw jam delapan udah sampe di Bintaro Plaza yg emang jelas belom buka, tapi gw nekat masuk dari pintu belakang demi mendapatkan buku buruan gw ini, gw udah ngebayangin pasti sedang ada lautan manusia di depan pintu masuk Gramedia, gw sampai harus lari-lari kecil karena takut keduluan yg lain, tapi ketika gw sampai depan Gramedia pemandangan yg tadinya gw bayangkan ternyata tidak terjadi, yap hening...... antiklimaks.
Tapi gw bersyukur ga da saingan yg akan nusuk gw pake belati pas gw dapetin buku itu yg terakhir, tapi setelah gw sadar tenyata gw dateng 2 jam lebih awal dari jam buka mall ini, ya alhasil gw duduk bertemankan Security mall dan Cleaning Service yg lagi menunaikan tugasnya, untunglah ada someone yg sudi menemani gw, dan orang yg gak beruntung itu adalah Dewi *cieee Dewi....
Gw hampir 2 jam lebih nungguin Gramedia buka,dan akhirnya tepat jam 10 pintu Gramedia dibuka dan saat gw masuk gw langsung disambut oleh gambar yg gw hapal mati, mulut monyong dengan kulit bersisik, yupz Manusia setengah salmon ditaro paling depan, jadi ketika orang masuk pasti yg pertama dilihat selain Security yg lagi jaga adalah Manusia Setengah Salmon.
Setelah gw baca buku ini gw merasakan hal yg berbeda, menemukan sisi lainnya Raditya dika, dari 19 Chapter didalamnya ada beberapa yg 'Deep' banget, gak bikin galau, tapi bikin kita mikir lebih dewasa, diantaranya "kasih ibu sepanjang belanda" "sepotong hati didalam kardus coklat" dan masih banyak lagi, Radith juga ga meninggalkan unsur komedinya kok dibuku ini, cuma seperti kata dia, dia 'pindah' ke komedia yg lebih dewasa menurut gw.
Manusia Setengah Salmon memang gak selucu kambing jantan atau Radikus Makankakus, tapi buku ini jauh lebih 'Njleb' dari Cinta Brontosaurus atau Marmut Merah Jambu, menurut gw ini buku terbaiknya Raditya dika sejauh ini, dan dengan melihat 'packaging' buku ini gw semakin percaya sama kata-kata "don't jugde a book from the cover' soalnya kalo kalian lihat cover buku ini kalian akan ragu untuk bacanya.
![]() |
| DON'T JUGDE A BOOK FROM THE COVER!! POKOKNYA DON'T!! |
dan akhirnya gw akan berterimakasih sama penulis kebanggan gw ini karna udah menulis dengan begitu jujur dan apa adanya disetiap bukunya, thanks for the inspiration bang Dika, dan gak lupa yg nemenin gw nyari buku ini, makan mie ayam bareng deket stasiun pondok ranji, Dewi, I'll never forget that beautiful day with a beautiful girl by my side :)
Langganan:
Komentar (Atom)












