Jatuh cinta adalah hal yg paling indah menurut gw,tapi gw yakin ga sedikit yg setuju sama gw,kebanyakan orang cuma tau rasanya aja tapi ga tau kenapa hal ini bisa terjadi,mari kita bahas hal ini,apa??? ga mau??? bodo!! tapi gw mau.
Jatuh cinta itu disebabkan oleh suatu zat didalam tubuh kita yg bernama FEROMON,ada yg tau FEROMON itu apa?feromon buka sejenis pokemon atau digimon seperti yg ada dikartun minggu pagi,bukan juga merk motor,tapi zat yg ada didalam tubuh kita.
Zat inilah yg disebut-sebut sebagai biang keladi terjadinya proses jatuh cinta,perasaan dag-dig-dug saat kita memandang lawan jenis muncul karena otak kita terbius oleh Feromon,zat ini juga yg bikin kita ketagihan pengen terus-terusan melihat orang yg kita taksir.
Istilah Feromon berasal dari bahasa Yunani yaitu Phero yg artinya pembawa dan Mon yg berarti sensasi,senyawa ini dihasilkan oleh kelenjar endokrin di ketiak,talinga,hidung,mulut,kulit,dan kemaluan.
Feromon mulai atif saat kita udah masuk masa puber,senyawa ini enggak kasat mata,mudah menguap,enggak bisa diukur,tetapi ada dan bisa dirasakan,Feromon biasanya dikeluarkan oleh tubuh saat kita sedang berkeringat dan bisa tertahan di pakaian yg kita pakai.
Bagian tubuh kita yg bisa mengetahui cuma VEMERONASALORGAN (VMO) yg letaknya ada dihidung kita,begitu Feromon ditangkap VMO,sinyalnya langsung di transfer ke otak kecil (HIPOTALAMUS) yg mengatur emosi manusia.
Dalam hitungan persepuluh detik,Hipotalamus langsung ngasih perintah ke tubuh untuk memberi respon tertarik,ini keliatan dari perubahan psikologis tubuh kita seperti meningkatnya detak jantung,nafas enggak beraturan,temperatur tubuh meningkat,peningkatan kerja hormon testoteron atau hormon esterogen,dan kelenjar keringat.Yang sebenarnya terjadi adalah Hipotalamus membentuk senyawa kimia lain saat dirangsang Feromon,senyawa ini disebut PHENYLETILAMINE (PEA),DOPAMINE,NENOPINEPHRINE,DAN SENYAWA OKSITOSIN.
Senyawa-senyawa ini bertindak sesuai fungsi masing-masing,senyawa PEA,dopamine,dan nenopinephrine ngasih respon tersipu-sipu atau malu ketika ketika berpandangan dengan orang yg dicintai,dan senyawa Endropin bakal menimbulkan perasaan aman,damai,dan tentram,sedangkan senyawa eksitosin berperan dalam membuat rasa cinta,rukun,dan mesra.
Seiring waktu perasaan jatuh cinta makin lama makin luntur,ini karena kemampuan tubuh menghasilkan senyawa-senyawa tersebut berkurang setelah dua hingga empat tahun,apalagi pas tubuh kita udah lagi menghasilkan cukup senyawa PEA.
Untungnya Hipotalamus masih terus memproduksi senyawa Eksitosin yg tentunya bikin efek kedua pasangan tetap rukun sampai kapanpun,jadi walau gak lagi jatuh cinta,hubungan kedua sejoli bisa tetap bertahan.
Nah ada yg lagi banyak Feromonnya (dibaca: jatuh cinta)? bagi-bagi gw dong
mention aja ke twitter gw http://twitter.com/#!/Ariezamuzaki
Tidak ada komentar:
Posting Komentar